MASIGNALPHAS2101
3071178398193978069

Seorang Remaja Telah Membobol Akun Twitter Bill Gates Divonis 3 Tahun Penjara

Seorang Remaja Telah Membobol Akun Twitter Bill Gates Divonis 3 Tahun Penjara
Add Comments
Thursday, March 18, 2021

 


Seorang Peretas Bernama Graham Ivan Clark , yang berusia 17 Tahun saat menjalankan aksi peretasannya tahun lalu, mengaku bersalah  atas tuduhan penipuan terorganisir. ia akan dijatuhi hukuman sebagai 'pelaku peretas' dan akan menjalani hukuman 3 tahun penjara dengan diikuti 3 tahun masa percobaan.

Karena dijatuhi hukuman sebagai seorang remaja, Clark memenuhi syarat untuk menjalankan hukuman di 'kamp pelatihan' Selama menjalani hukumannya, Clark tidak boleh menggunakan komputer tanpa izin dan tanpa pengawasan dari penegak hukum.

Waktu yang Clark habiskan di penjara selama menunggu waktu sidang akan dihitung sebagai waktu hukuman yang telah ia jalani.

''Graham Ivan Clark perlu dimintai pertanggungjawaban atas kejahatannya itu, dan calon penipu lainnya di luar sana perlu melihat konsekuensinya'kata jaksa Hillsborough Andrew Warren dalam keterangan resminya dikutip dari The Guardian.

"Dalam kasus ini, kami dapat memberikan konsekuensi sambil menyadari bahwa tujuan kami bersama anak mana pun, jika memungkinkan, adalah membuat mereka belajar tanpa merusak masa depan mereka," sambungnya

Clark telah membobol akun twitter milik tokoh ternama yaitu : Elon Musk, Bill Gates, Joe Biden, Barrack Obama, dan lain-lain pada 15 Juli 2020. Setelah berhasil membobol akun akun tersebut. Clark mengirimkan cuitan untuk mempromosikan penipuan bitcoin.

Penipuan tersebut menjanjikan semua bitcoin yang dikirimkan ke alamat yang tersedia untuk dilipatgandakan. Clark berhasil meraup keuntungan USD 100.000 dalam skema penipuan tersebut, yang kini sudah dikembalikan.

Clark berhasil mengakses akun-akun tersebut setelah meyakinkan seorang pegawai twitter bahwa ia bekerja sebagai salah satu staff IT di perusahaan tersebut Ia kemudian berhasil mengakses alat internal Twitter yang kemudian digunakan untuk mengambil alih akun-akun tersebut.

Tidak lama ia menjalankan aksinya, Clark ditahan di rumahnya di Hillsborough, Florida. Ia bekerja dengan dua kolaborator, Nima Fazeli dari Orlando, AS dan Mason Sheppard dari Inggris yang saat ini masih menjalani kasus hukumnya.


Note: Only a member of this blog may post a comment.