MASIGNALPHAS2101
3071178398193978069

Apakah Kita Bisa Menghilangkan Jejak Digital?

Apakah Kita Bisa Menghilangkan Jejak Digital?
Add Comments
Wednesday, October 21, 2020

Apakah kamu percaya dengan
"Jejak Digital" atau digital universe, atau yang disebut IDC (International Data Corp)"? Dan pernahkah kamu berfikir untuk menghapusnya?

Jika kamu masih berfikir seperti itu, STOP!
Itu akan membuang-buang waktumu saja.

Di dunia era digital seperti ini tentunya menjadi ajang bagi para perusahaan teknologi Untuk berlomba-lomba menciptakan hal-hal baru, baik itu dari segi keamanan, ataupun segi kegunaan.

Banyaknya perusahaan besar yang memulai bisnis baru di dunia digital ini. namun, tak sedikit dari mereka yang lupa untuk menjaga dan memperkuat systemnya.

Sehingga memancing para peretas untuk mengujinya, ataupun merusaknya, baik itu menanamkan sebuah virus, memodifikasi data, dan hal-hal yang menguntungkan bagi mereka lainya.

Namun, disinilah fungsi sebenarnya dari "jejak digital". 

Jejak digital sanggup mendeskripsikan dengan baik siapa seseorang. Direktur Electronic Privacy Information Center Marc Rotenberg pada The Times, mengatakan jejak digital “sangat menakutkan daripada yang diduga." Jejak digital, sebut Rotenberg, “merekam preferensi, harapan, kekhawatiran, hingga ketakutan" tiap pengguna internet,
Salah satunya pelacakan.

Melacak seseorang di internet bukanlah perkara yang mudah.

Siapapun bisa menjadi Anonim saat berselancar di dunia maya, menggunakan identitas palsu, menggunakan nama samaran, dan lainya.

Namun, di dunia maya bukanlah tempat yang tepat untuk bersembunyi.

Siapapun dia dapat terlihat secara transparant di dunia maya, walaupun hanya pihak-pihak tertentu yang dapat mengetahuinya.

Dengan dibekali alat dan software yang canggih, beberapa pihak dapat melakukanya.

Tahukah kamu? Setiap kali kamu berselancar dan meninggalkan jejak di internet.

seperti postingan, chattingan, dan lainya
Itu tidak akan pernah benar-benar hilang saat kamu hapus.

Bingung?

Baik, kita akan ambil contoh seperti ini :
Si A menghubungi si B melalui chat, namun si A salah ketik dan kirim chat, lalu si A menghapusnya dan memperbaiki ketikanya.

Nah, pernahkah kamu berfikir, kemana larinya pesan atau gambar yang telah di hapus?


Baca Juga : 


Setiap sistem yang dirancang oleh perusahaan besar pasti dirancang sedemikian rupa untuk sesempurna mungkin, untuk itu mereka tidak ingin hal-hal diluar nalar mereka terjadi, maka dari itu mereka membuat penyimpanan atau yang biasa disebut "data storage" untuk menyimpan data yang telah dihapus, apakah chat termasuk data? Jawabanya ya!

"Berarti ini cuman berlaku pada perusahaan besar donk?"

Tentu Tidak, perusahaan besar memang memiliki penyimpanan datanya sendiri dan tentu fungsinya untuk mendapatkan akses ke database yang telah dihapus oleh penggunanya (user), guna untuk mempermudah mereka dalam melihat dan melacak datanya.

Bagaimana Jika Perusahaan Kecil? perusahaan kecil biasanya kerap kali menggunakan penyimpanan "Google" sebagai penyimpanan data mereka tanpa memiliki penyimpananya sendiri (dalam arti mereka membocorkan atau menyumbangkan datanya ke publik "Google").

"Artinya setiap pesan atau data yang kita hapus di internet, mereka tidak benar-benar hilang donk?"

Jawabanya Ya!

Mereka hanya menghilang Dimatamu, bukan Dimatadigital.

Mengerikan? Belum jika kamu belum membaca Artificial Intelligence.

Sekarang kamu pahamkan alasan "jejak digital" tidak dapat dihapus?

Dan Kamu Perlu Ingat, Hampir 90% Data Kita semua berada di penyimpanan pusat "GOOGLE" Yang tentunya tidak dapat diakses oleh organisasi apapun itu.

Note: Only a member of this blog may post a comment.